Minggu, 28 Februari 2016

meong meong

Manusia lagi, manusia lagi. gapernah ada habisnya mbahas makhluk satu ini.
oke langsung ajaa kepermasalahan yaa. akhir2 ini saya sering liat binatang-binatang terlantar dijalan, dipinggir rumah, dipasar, di terminal, dimanapun.  And than?? apa masalahnyaa. Ya saya ga suka aja kalo ada hewan ditelantarkan seperti itu. saya memang bukan pecinta binatang, tapi manusi mana si yang tega ngeliat hewan terlantar kayak gitu, tinggal tersisa kuliat sama tulangnya aja,bahkan ga sedikit kucing yang gabisa jalan karna kakinya luka, mungkin karna di balang lemparin batu atau sejenisnya sama orang. hm.. keji banget. padahal semua makhluk hidup kan punya hak untuk hidup secara layak. kalo misal kalian lagi makan dan ada kucing dibawah kalian minta makan ,kalian ga iba?? Plis deh gaes, mereka juga udah sopan kan, mereka meong meong dibawah kalian, itu tandanya mereka lagi minta sedikit makanan , ga langsung ambil makanan kalian kan. Mereka di kasih secuil aja juga udah seneng ko. ohya 1 lagi, kalo kalian gakmau ngasih sedikit makanan kalian untuk kucing its okay, gapapa, tapi jangan sampai kalian sakitin kucingnya apalagi di nendang kucing.

Selasa, 23 Februari 2016

KENAPA HARUS TEKNIK KIMIA?

YEY! what's happen?? 
saya sekarang sudah semester 2. Seneng? ya jelas seneng dong, udah gak maba lagi berarti yaaaa xoxoxoXD.
tapi ada yang aneh, udah semester 2 kok ya masih ditanya sama dosen "kenapa masuk teknik kimia?''.
Dan bodohnya anehnya lagi, masih banyak yang gabisa njawab pertanyaan paling mitos itu.
teknik kimia. kenapa masuk teknik kimia?? saya yakin dalam satu kelas pasti jawabannya bedabeda meskipun dalam jurusan yang sama, kalo saya pribadi si karna GAK LULUS DIJURUSAN SEBELAH suka sama bioproses *aihbohongbanget haha. kenapa saya masuk teknik kimia? bukan karena saya suka sama pelajaran kimia, mungkin kalo saya suka pelajaran kimia saya masuknya pendidikan kimia bukan teknik kimia. bukan juga mata duitan, yap! semua orang tau lulusan teknik kimia adalah lulusan dengan prospek kerja terbaik, dengan gaji yang cukup tinggi. lulusan teknik kimia bisa terjun didunia pertambangan, perminyakan(migas),industri tekstil, industri makanaan, dan masih banyak lainnya.
tapi gini, kalo menurut saya rezeki kan udah diatur sama allah, jadi kalo kebanyakan anak teknik itu diberi rezeki lebih banyak ya karena itu udah diatur oleh allah, dan mungkin allah ngasih rezekinya juga setimpal dengan perjuangannya, contohnya gini, saya adalahsatusatunya anak teknik diantara sahabatsahabat saya, kebanyakan sahabat saya kuliah di ekonomi dan pendidikan. Dan saya adalah orang paling sibuk diantara mereka, saya yang punya jadwal praktikum banyak, laporan numpuk, teori banyak, dan mereka?? gada sibuksibuknya blas!kadang mereka sampe bingung mau ngapain. yes, dunia memang kadang selucu itu. jadi anak teknik itu susah,jadi anak teknik itu capek, jadi anak teknik itu horor.malem bagaikan siang cuy! tiada hari tanpa laporan. bisa tidur 4 jam dalam sehari aja udah bahagia banget.jadi jangan kaget kalo gaji anak teknik itu gede, lihatlah perjuangannya:")))
balik ke pertanyaan pertama kenapa sih masuk teknik kimia? jujur saya pun gabisa njawab pertanyaan itu karena ini tentang rasa, saya suka dengan teknik kimia, saya suka mata kuliahnya, saya suka prospeknya, dan saya mencintai jurusan saya. seberat apapun rintangannya kalo kita udah suka , pasti bakalan kerasa enteng, karena kita menikmatinya. begitupun dengan saya, saya tidak pernah mempermasalahkan tidur saya yang hanya sebatas jam 11-4 malam, saya tidak mempermasalahkan praktikum saya yang padat merayap, karna apa?karna saya menikmatinya bersama teman-teman saya yang luar biasaaaa gilanya asiknya! hay kelas B CHEVO. LOVE YOU SO MUCH!!!!!!!wkwk

Minggu, 13 Desember 2015

PAPER TEGANGAN PERMUKAAN KIMIA FISIKA

TUGAS PAPER TEGANGAN PERMUKAAN
KIMIA FISIKA
SEMESTER GANJIL 2015/2016


NAMA        : NADA JULIAN RAIF
NIM            : 02115005
FAKULTAS : TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN  : TEKNIK KIMIA

UNIVERSITAS  PEMBANGUNAN  NASIONAL
VETERAN YOGYAKARTA
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
            Banyak fenomena-fenomena alam yang kurang kita perhatikan akan tetapi fenomena-fenomena tersbut mempunyai hubungan dengan adanya tegangan permukaan. Sering terlihat peristiwa-peristiwa alam yang tidak diperhatikan dengan teliti misalnya tetes-tetes zat cair pada pipa keran yang bukan suatu aliran, laba-laba air yang berada di atas permukaan air, gelembung-gelembung sabun, pisau silet yang diletakkan perlahan-lahan di atas permukaan zat cair yang terapung, dan naiknya air pada pipa kapile. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya gaya-gaya yang bekerja pada permukaan zat cair atau pada batas antara zat cair dengan bahan lain.
Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat cair (fluida) yang berada pada keadaan diam (statis).Suatu molekul dalam fase cair dapat dianggap secara sempurna dikelilingi oleh molekul lainnya yang secara rata-rata mengalami daya tarik yang sama ke semua arah. Gejala ini yang disebut dengan tegangan permukaan.
Oleh karena itu dilakukan percobaan penentuan tegangan permukaan dengan metode berat tetes agar dapat mengetahui nilai tegangan permukaan dari suatu larutan dan dapat menganalisa fenomen-fenomena yang berhubungan dalam kehidupan sehari-hari dengan mempelajari tentang tegangan permukaan.

1.2              Tujuan
-             Mempelajari tentang tegangan permukaan zat cair
-             Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan
-             Mengetahui konsep tegangan permukaan dalam kehidupan sehari-hari







BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

            Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan permukaan zat cair untuk menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastic. Selain itu, tegangan permukaan juga diartikan sebagai suatu kemampuan atau kecenderungan zat cair untuk selalu menuju ke keadaan yang luas permukaannya lebih kecil yaitu permukaan datar atau bulat seperti bola atau ringkasnya didefinisikan sebagai usaha yang membentuk luas permukaan baru. Dengan sifat tersebut zat cair mampu untuk menahan benda-benda kecil di permukaannya. Seperti silet, berat silet menyebabkan permukaan zat cair sedikit melengkung ke bawah tampak silet itu berada. Lengkungan itu memperluas permukaan zat cair namun zat cair dengan tegangan permukaannya berusaha mempertahankan luas permukaan-nya sekecil mungkin.
Tegangan permukaan dapat didefenisikan sebagai gaya pada permukaan zat cair tiap satuan panjang. Secara matematis, besar tegangan permukaan untuk benda yang memiliki satu permukaan dapat ditulis dalam persamaan berikut :
 γ =         F L
Dengan : γ = tegangan permukaan (N/m)
 F = gaya permukaan (N)
L = panjang permukaan benda (m)

Faktor yang mempengaruhi
            Tegangan permukaan terjadi karena permukaan zat cair cenderung untuk menegang, sehingga permukaannya tampak seperti selaput tipis. Hal ini dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi antara molekul air. Pada zat cair yang adesiv berlaku bahwa besar gaya kohesinya lebih kecil dari pada gaya adesinya dan pada zat yang non-adesiv berlaku sebaliknya. Salah satu model peralatan yang sering digunakan untuk mengukur tegangan permukaan zat cair adalah pipa kapiler. Salah satu besaran yang berlaku pada sebuah pipa kapiler adalah sudut kontak, yaitu sudut yang dibentuk oleh permukaan zat cair yang dekat dengan dinding. Sudut kontak ini timbul akibat gaya tarik-menarik antara zat yang sama (gaya kohesi) dan gaya tarik-menarik antara molekul zat yang berbeda (adesi).
            Molekul biasanya saling tarik-menarik. Dibagian dalam cairan, setiap molekul cairan dikelilingi oleh molekul-molekul cairan di samping dan di bawah. Di bagian atas tidak ada molekul cairan lainnya karena molekul cairan tarik-menarik satu dengan yang lainnya, maka terdapat gaya total yang besarnya nol pada molekul yang berada di bagian dalam caian. Sebaliknya molekul cairan yang terletak di permukaan di tarik oleh molekul cairan yang berada di samping dan bawahnya. Akibatnya, pada permukaan cairan terdapat gaya total yang berarah ke bawah karena adanya gaya total yang arahnya ke bawah, maka cairan yang terletak di permukaan cenderung memperkecil luas permukaannya dengan menyusut sekuat mungkin. Hal ini yang menyebabkan lapisan cairan pada permukaan seolah-olah tertutup oleh selaput elastis yang tipis.

            Pada dasarnya tegangan permukaan suatu zat cair dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya suhu dan zat terlarut. Dimana keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi besarnya tegangan permukaan terutama molekul zat yang berada pada permukaan cairan berbentuk lapisan monomolecular yang disebut dngan molekul surfaktan. Faktor-faktor yang menpengaruhi :
-          Suhu
            Tegangan permukaan menurun dengan meningkatnya suhu, karena meningkatnya energy kinetik molekul
-          Zat terlarut (solute)
            Keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi tegangan permukaan. Penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas larutan, sehingga tegangan permukaan akan bertambah besar. Tetapi apabila zat yang berada dipermukaan cairan membentuk lapisan monomolecular, maka akan menurunkan tegangan permukaan, zat tersebut biasa disebut dengan surfaktan.
-          Surfaktan
Surfaktan (surface active agents), zat yang dapat mengaktifkan permukaan, karena cnderung untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka. Surfaktan mempunyai orientasi yang jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. Sabun merupakan salah satu contoh dari surfaktan.
 Surfaktan menurunkan tegangan permukaan air dengan mematahkan ikatan-ikatan hydrogen pada permukaan. Hal ini dilakukan dengan menaruh kepala-kepala hidrofiliknya terentang menjauhi permukaan air. Sabun dapat membentuk misel (miceves), suatu molekul sabun mengandung suatu rantai hidrokarbon panjang plus ujung ion. Bagian hidrokarbon dari molekul sabun bersifat hidrofobik dan larut dalam zat-zat non polar, sedangkan ujung ion bersifat hidrofilik dan larut dalam air. Karena adanya rantai hidrokarbon, sebuah molekul sabun secara keseluruhan tidaklah benar-benar larut dalam air, tetapi dengan mudah akan tersuspensi di dalam air. Larutan surfaktan dalam air menunjukkan perubahan sifat fisik yang mendadak pada daerah konsentrasi yang tertentu. Perubahan yang mendadak ini disebabkan oleh pembentukan agregat atau penggumpalan dari beberapa molekul surfaktan menjadi satu, yaitu pada konsentrasi kritik misel (KMK).
            Tegangan permukaan juga merupakan sifat fisik yang berhubungan dengan gaya antarmolekul dalam cairan dan didefinisikan sebagai hambatan peningkatan luas permukaan cairan. Awalnya tegangan permukaan didefinisikan pada antar muka cairan dan gas. Namun, tegangan yang mirip juga ada pada tegangan antar muka cairan-cairan, atau padatan dan gas. Tegangan semacam ini secara umum disebut dengan tegangan antar muka.


DAFTAR PUSTAKA


Minggu, 06 September 2015

Happy Graduation

 setelah 3 abad eh 3 tahun lamanya, gue dapetin samir ini juga.. butuh perjuangan bgt demi dapetin samir ini weheheh


  Ini bakalan jadi foto terakhir gue sama penyet, dia temen seperjuangan gue, temen gue terkonyol , terkhayal dan dengn segala keterterannya yang bikin gue ngakak terus disekolahan
di bawah ini adalah foto calon ibuibu komplek sukses haha.. mereka itu sahabat gue yang ga ada jaim-jaimnya, ga ada diemnya dan ahhhh gabise diungkapin lagi deh
duh, buat foto yg satu ini bakal gue kasih caption apaan ya, entahlah gue jg bingung.. intinya , beberapa hari sebelum graduation , ada sesosok seorang cowo yg dateng jauhjauh dari bogor, masih pake almet prodi kuliahnya dan bawain bunga buat gue. btw thnx mi